BEBERAPA
waktu lalu saya pernah membuat postingan tentang aktivitas ngeblog saya. Setidaknya yang teringat ada dua judul postingan terkait aktivitas itu, yaitu, ”Me and My Blog” dan ”Mengapa Nge-Blog?”. Kali ini saya ingin menulis lagi tentang pengalaman (tak penting) lainnya akibat aktivitas blogging ini.

Suatu ketika saya mendapat SMS dari seorang laki-laki di kota M, sebut saja namanya A. Dia meminta saya untuk ”bertangungjawab” atas istrinya yang sedang hamil. Bukannya apa, istrinya yang katanya suka berselancar di dunia maya, ternyata suka blogwalking dan membaca tulisan-tulisan di blog. Ketika blogwalking itulah, sempat menemukan blog saya dan katanya sempat tertarik dengan salah satu postingan saya. Saya yakin, bukan karena teknik penulisannya yang baik kalau sampai ada orang tertarik dengan tulisan saya, tetapi lebih karena obyek yang saya tulis yang kebetulan saja diinginkan.

Istri si A ini ternyata setelah membaca salah satu postingan saya yang mengangkat salah satu buah unggulan di Jombang, langsung tertarik dan ingin makan buah yang saya tulis itu. Ya, istrinya yang sedang hamil itu ngidam, entah setelah membaca tulisan di blog saya atau sebelumnya memang sudah menginginkannya lalu mencari referensi di dunia maya tentang buah yang diinginkan, dan kemudian ia sempat menemukan blog saya.

Makanya diapun meminta kepada suaminya untuk mencarikan buah seperti yang ada di blog saya. Karena buah yang saya maksud tidak dijual bebas di kios atau toko-toko buah, apalagi saat itu belum memasuki musim panen raya, maka dalam “pencariannya”, sang suami langsung menghubungi saya lewat telepon (beberapa bulan lalu saya masih menampilkan nomor HP di blog, karena ”sesuatu hal”, nomor itu sekarang sudah tidak saya tampilkan lagi). Awal menghubungi saya, dia bercerita sekilas awal-mulanya dan kemudia meminta saya untuk bertanggungjawab atas permintaan istrinya yang sedang hamil itu. Karena saya yang menulis tentang buah itu, saya diminta bertanggungjawab dengan memberitahu di mana ia bisa mendapatkan buah itu.

Dengan senang hati saya pun “bertanggungjawab” dengan memberi ”petunjuk jalan” dimana bisa memperoleh buah itu kepada si A. Berhubung saya tak berada di kampung halaman, saya hanya bisa memberitahu saja tempat dan rute yang harus dilaluinya lewat handphone tanpa bisa membantu lebih jauh, misalnya mengantar ke lokasi produksinya.

Demikianlah, ternyata aktivitas ngeblog saya membawa akibat, akibat yang sederhana saja yang tak saya duga-duga sebelumnya!