DIBANDINGKAN dengan negara-negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia, tingkat konsumsi daging di Indonesia masih lebih rendah. Indonesia baru mengkonsumsi rata-rata daging per kapita sekitar 2,2 kg/kapita/tahun. Banyak faktor yang menyebabkan mengapa masyarakat Indonesia kurang dalam konsumsi daging ini. Bisa karena mitos, ekonomi dan gaya hidup. Faktor utama sepertinya ekonomi, baik karena harga daging yang mahal maupun karena daya beli yang rendah.

Padahal daging mempunyai peran yang penting dalam asupan gizi masyarakat, terutama dalam pemenuhan protein. Anak-anak yang dalam masa pertumbuhan, cenderung pertumbuhannya lebih pendek jika kekurangan protein. Setidaknya, daging mempunyai beberapa manfaat (kompas.com):

Pertama, sumber protein. Daging mengandung protein dalam jumlah besar sehingga bahan pangan ini termasuk penting. Protein sangat penting untuk memperbaiki dan membangun jaringan, produksi antibodi serta menguatkan sistem imun tubuh sehingga kita tak mudah sakit. Yang paling penting adalah daging mengandung asam amino esensial, karena itu daging boleh dibilang sebagai sumber protein terbaik.

Kedua, sumber mineral. Dari berbagai zat gizi yang terkandung dalam daging, kandungan zat besi, zinc, juga seleniumnya tak boleh disepelekan. Zat besi membantu pembentukan sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Sementara itu zinc membantu pembentukan jaringan dan metabolisme. Selenium sendiri berperan dalam memecah lemak dan zat-zat kimia dalam tubuh.

Ketiga, kaya vitamin. Kita bisa mendapatkan vitamin A, B, dan D dalam daging. Vitamin tersebut bukan cuma menyehatkan penglihatan tetapi juga menguatkan gigi, tulang, serta menyokong sistem saraf. Manfaat lain dari konsumsi daging adalah menjaga kesehatan kulit dan mental.