ANDA
pemburu dan penikmat durian sejati? Tak perlu mengaku sebagai penikmat durian sejati jika Anda belum menikmati durian asal Wonosalam Jombang ini. Ya, Durian Bido Wonosalam, merupakan durian endemik di kawasan Wonosalam yang di bulan januari ini merupakan puncak panennya. Durian dengan “spesifikasi” buah agak lonjong, dengan warna kulit coklat kehijauan atau atau agak abu-abu, dengan daging cukup tebal dan pulen dengan biji yang nyaris tak ada. Belum lagi aroma harum dan rasanya yang manis dan legit dengan sedikit rasa pahit yang membuat kecanduan penggemarnya.

Tak perlu lagi saya mengulas panjang-lebar “kehebatan” dan “eksotisme” durian ini, yang oleh pemerintah, telah dilepas sebagai varietas unggul yang ditandai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 340/Kpts/SR.120/5/2006. Silahkan Anda bisa menikmati di postingan sebelumnya di sini, tapi saya tak bertanggung jawab bila Anda sampai mengeluarkan air liur atau tersedak menelan air ludah :)  Sementara untuk rute menuju kawasan Pegunungan Anjasmara Wonosalam bisa Anda simak berikut ini:

Sebenarnya banyak jalan yang dapat ditempuh menuju Wonosalam. Namun saya hanya menuliskan rute utama saja sekiranya tidak membingungkan untuk menuju Wonosalam. Jalannya berupa tanjakan dan turunan serta tikungan dengan kondisi aspal cukup baik (hot mix) dan lebar jalan rata-rata 4-5 meter, kecuali jalur selatan yang relatif sempit, tanjakan, turunan dan tikungannya sangat tajam dan curam, namun kondisi aspal cukup baik berupa aspal hot mix.

Dari Surabaya. Surabaya-Mojokerto-Brangkal-Jatirejo-Wonosalam (jalur utara, ± 70 km) atau Surabaya-Mojokerto-Mojoagung-Wonosalam (jalur tengah, ± 80 km). Perjalanan lewat jalur ini, sejak di perbatasan Jatirejo (Kabupaten Mojokerto) Anda akan disuguhi hutan jati yang saat ini sedang hijau-hijaunya sepanjang kurang lebih 5 Km sampai memasuki dusun Sidolegi, dusun paling utara di Wonosalam. Kondisi jalan naik-landai tak terlalu banyak tikungan yang tajam. Kurang lebih 2 Km selepas hutan jati Anda bisa menikmati keriuhan kawasan Goa Si Golo-Golo yang masuk Dusun Sranten, Desa Panglungan. Di kawasan ini puluhan pedagang menggelar dagangannya yang tentu saja saat ini di dominasi pedagang durian.

Selepas dari sini Anda bisa melanjutkan ke arah selatan yang melintasi Desa Panglungan, Carangwulung dan Wonosalam hingga perbatasan Desa Pulosari (Kecamatan Bareng) yang jaraknya sekitar 15 Km. Nah, sepanjang perjalanan ke arah selatan ini, Anda akan disuguhi aneka durian yang dijual di pinggir-pinggir jalan dan rumah-rumah penduduk, dengan jarak antar penjual hanya beberapa meter saja. Bahkan ketika melintasi kawasan hutan di Desa Carangwulung yang panjangnya kurang dari 2 Km, juga banyak ditemui penjual durian yang menggelar dagangannya.

Dari Jombang. Jombang-Mojoagung-Wonosalam atau Jombang-Tebuireng-Mojowarno-Wonosalam (jalur tengah, ± 30 km).

Dari Malang. Malang-Batu-Pujon-Ngantang-Kandangan-Pengajaran-Wonosalam (jalur) selatan, jalan agak sempit dan tikungan tajam dan curam, ± 90 km) atau Malang-Batu-Pujon-Ngantang-Kandangan-Ngoro-Bareng-Wonosalam (jalur tengah, ± 105 km).

Pada hari-hari libur atau akhir pekan, jalanan di Wonosalam cukup ramai oleh pengendara motor dan mobil. Karena jalannya berliku-liku dan banyak turunan dan tanjakan, sejogjanya mengendarai kendaraan dengan kecepatan sedang saja dan gunakan lajur kiri, terutama pada tikungan (Sangat disarankan pada kecepatan 20-30 km/jam pada kondisi jalan yang banyak tikungan). Seringkali terjadi kecelakaan karena kecerobohan pengendara tak memperhatikan ini atau sering “memakan” lajur jalan dan kurangnya penguasaan medan dan kendaraannya. Ini terutama pengendara motor dari luar daerah (Wonosalam) yang mungkin kurang menguasai medan dan/atau keahlian mengendarai motor serta mungkin terlalu asyik membonceng pasangannya sehingga meleng, lupa kalau sedang berkendara di jalan umum :)

Setelah memasuki kawasan Wonosalam, Anda akan menemui banyak penjual durian di pinggir-pinggir jalan. Ini terutama ketika Anda melewati jalur utara atau pun jalur tengah. Selain menikmati durian, Anda akan disuguhi panorama khas pegunungan, dan beberapa obyek wisata alam seperti Air Terjun Pengajaran, Goa Sigola-Golo, Goa Sriti serta kalau Anda tertarik, juga bisa menyewa sarana outbound yang mulai marak dibangun di kawasan ini serta sarana rafting di dekat Goa Si Golo-Golo.

Untuk kawasan wisata alam, kondisinya benar-benar “alami”, harap makhlum karena kurang mendapat “sentuhan” dari pihak yang seharusnya berkewajiban “menyentuh”. Padahal hanya pihak yang “punya kelainan” saja yang tak punya ghirah dan gairah untuk “menyentuh” kawasan elok nan eksotis ini. Demikian, selamat berburu Durian Bido di Wonosalam!