Dari L ke W sampai S, Begini Sejarah Plat Nomor Kendaraan di Jombang


BAGI kita yang tinggal di Jombang, huruf  S pada plat nomor kendaraan mungkin terasa biasa. Setiap hari kita melihatnya melintas di jalan, mulai dari sepeda motor, mobil keluarga, kendaraan angkutan, hingga kendaraan milik para pedagang. Namun, tahukah kita bahwa kode plat nomor kendaraan Jombang ternyata awalnya dan lebih lama menggunakan kode L, bukan S?

Hari ini, kendaraan yang terdaftar di Kabupaten Jombang memang menggunakan kode S. Kode tersebut juga digunakan kendaraan dari wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto. Karena itu, huruf  S saja belum cukup untuk mengetahui asal kendaraan secara spesifik. Kita perlu melihat huruf pada bagian belakang nomor polisi.

Untuk Jombang, kelompok huruf belakang yang digunakan adalah W, X, Y, dan Z. Dengan demikian, misalnya, kendaraan bernomor S 1234 WC dapat dikenali sebagai kendaraan yang terdaftar di Jombang. Kombinasi huruf depan dan belakang inilah yang membuat setiap daerah memiliki identitas administratif tersendiri. Namun, perjalanan kendaraan bermotor di Kabupaten Jombang dengan kode S tidak berlangsung sejak awal. 

Sejarah sistem nomor kendaraan bermotor di Jawa sebenarnya sudah berlangsung sejak masa Hindia Belanda. Pada masa awal perkembangan kendaraan bermotor, tanda registrasi digunakan untuk menunjukkan identitas kendaraan sekaligus wilayah administrasinya. Memasuki sekitar 1917, sistem pengkodean dengan kombinasi huruf dan angka mulai digunakan secara lebih luas.

Pembagian kode tersebut tidak berdiri sendiri tetapi berkaitan dengan wilayah administratif, perkembangan transportasi, serta kebutuhan pemerintah untuk melakukan pendataan kendaraan. Ketika wilayah administrasi berubah dan jumlah kendaraan semakin bertambah, sistem registrasi pun ikut mengalami penyesuaian.

Jombang memiliki perjalanan yang menarik dalam perubahan tersebut. Pada periode awal masa Hindia Belanda hingga awal 2000an, kendaraan di Kabupaten Jombang menggunakan kode L, sebuah kode yang saat ini sangat lekat dengan wilayah Surabaya. Hal ini wajar karena Jombang dulu merupakan bagian dari wilayah Karesidenan Surabaya, yang penggunaan kodenya juga bersama dengan Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Gresik dan Sidoarjo. 

Dalam berkembangannya, awal 2000-an, daerah/kota selain Surabaya tersebut berganti dengan dengan kode W. Dengan demikian di awal 2000an Kode W meliputi Jombang, Mojokerto, Gresik, dan Sidoarjo. Kemudian sekitar tahun 2005, Jombang dan Kabupaten/Kota Mojokerto berubah lagi dengan memisahkan diri dari wilayah Gresik dan Sidoarjo dengan berganti kode S atau dengan kata lain bergabung dengan Wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan yang jauh sebelumnya menggunakan Kode S. Sekali lagi, yang membedakan Kode S dari kota atau kabupaten mana, huruf belakang menjadi semacam identitas kedua kendaraan. Bojonegoro menggunakan kelompok huruf A-D, Tuban E-H, Lamongan I-L, Mojokerto M-V, sedangkan Jombang memperoleh kelompok W-Z Dengan memperhatikan kombinasi tersebut, kita sebenarnya dapat membaca asal kendaraan hanya dari plat nomornya.

Demikianlah sejarah plat nomor kendaraan di Jombang. Di balik huruf dan angka tersebut ada cerita tentang sejarah administrasi, perkembangan transportasi, perubahan wilayah, dan cara pemerintah mengatur (pajak) kendaraan yang semakin banyak. Plat nomor boleh berubah. Kode wilayah boleh bergeser mengikuti perkembangan jaman dan administrasi. Tetapi setiap huruf dan angka yang melekat pada kendaraan menyimpan jejak perjalanan sebuah wilayah. 

Posting Komentar

0 Komentar