Ad Code

PRESS RELEASE Seminar Sehari JAC


Seminar Sehari JAC: Pengembangan Potensi Pertanian dan Peternakan sebagai Leading Sector Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Jombang

JOMBANG, Sabtu, 3 Februari 2007 ­– Jombang AgroStudent Community-Institut Pertanian Bogor (JAC-IPB) merupakan Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA) Jombang yang digagas oleh beberapa mahasiswa asal Jombang pada 2005 yang menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor. JAC-IPB mengadakan seminar sehari mengenai Pertanian dan Peternakan Jombang 2007 di Gedung Bung Tomo Pemkab Jombang.

Tujuan utama seminar ini adalah untuk menumbuhkembangkan kembali semangat “bertani” di benak birokrat sebagai pengambil kebijakan, industri pertanian, pengusaha serta masyarakat tani pada umumnya dan terutama sekali kepada kaum muda Jombang yang respek dengan dunia pertanian.

Selama ini, pertanian selalu diidentikan dengan proses budi daya on farm, sehingga pembangunan pertanian hanya terbatas pada upaya peningkatan produksi suatu komoditas, khususnya komoditas primer. Pembangunan pertanian juga dipandang sebagai pembangunan sektoral, sehingga dipersepsikan terlepas dari pembangunan wilayah pedesaan, dan pengembangan agroindustri terlepas dari sektor pertanian.

Atas dasar kondisi tersebut diperlukan kerangka pendekatan yang efektif, yang mana pembangunan sektor pertanian sebenarnya bukan membangun komoditas per komoditas saja, tetapi membangun petani dalam suatu basis usaha tani hamparan. Artinya, pertanian masih menggunakan lahan sebagai basis usaha, sehingga jika berbicara tentang petani tentunya atas dasar basis hamparan lahan, bukan hanya komoditasnya.

Oleh karena itu, pembangunan sektor pertanian juga berarti mencakup pengembangan kelembagaan petani tanaman pangan, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan. Misalnya, jika membangun peternakan dengan sendirinya merupakan bagian dari pembangunan pertanian dalam arti yang luas. Pendekatan ini memberi makna bahwa konsep pendekatan komoditas unggulan yang selama ini menjadi konsep pengembangan pertanian kita, akan lebih efektif bila menggunakan pendekatan leading sector.

Leading sector berarti bahwa dengan membangun suatu sektor atau subsektor dapat memberikan dampak yang sangat luas terhadap pembangunan ekonomi wilayah (multiplier effect). Tidak saja berupa pengaruh teknis tetapi juga terhadap pembangunan ekonomi regional maupun nasional. Intinya harus ada keterkaitan dengan sektor atau pun subsektor lainnya, baik keterkaitan ke belakang ataupun ke depan (backward and forward linkages).

Contoh, jika peternakan sapi sebagai leading sector di suatu wilayah, maka komoditas sapi ini harus mampu memberikan dampak terhadap kegiatan perekonomian lainnya di wilayah tersebut. Usaha peternakan ini harus mampu menyerap input teknologi untuk memperluas pasar, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Dampak lanjutnya akan terhimpun modal, guna pengembangan komoditas lainnya di wilayah tersebut. Dengan kata lain, leading sector harus mampu menciptakan permintaan akan perluasan kapasitas dan modernisasi sektor lainnya.

Ini adalah sebagian topik yang akan dibicarakan dalam seminar kali ini. Rencananya acara ini akan dibuka oleh Bupati Jombang sekaligus menjadi keynote speaker dan narasumber yang akan menjadi pembicara adalah Siswono Yudohusodo (Mantan Capres 2004 dan Ketua Umum HKTI DPN Jakarta), H. Moch. Maksum (Kadis Pertanian Jatim), Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec. (Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis, Institut Pertanian Bogor), H. Jakfaril (Praktisi Peternakan) dan dari kalangan industri akan menghadirkan perwakilan PT CJ Feed Jombang.*[jun_pus@yahoo.com].

Posting Komentar

3 Komentar

  1. Who knows where to download XRumer 5.0 Palladium?
    Help, please. All recommend this program to effectively advertise on the Internet, this is the best program!

    BalasHapus

Thanks for your visiting and comments!

Ad Code