Ad Code

Heboh! BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Usai Bertemu Gibran, Klarifikasi dan Permintaan Maaf Jadi Sorotan

Sumber: screenshot video tribunnews

JAGAT media sosial tengah diramaikan oleh pengakuan sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) yang mengaku menerima sejumlah uang setelah mengikuti pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pengakuan tersebut memicu perdebatan luas dan menjadi bahan perbincangan di berbagai platform digital.

Peristiwa ini mencuat setelah beredar rekaman yang memperlihatkan sejumlah pengurus BEM FH UBK dimintai penjelasan oleh mahasiswa dan sivitas akademika kampus terkait polemik yang berkembang. Dalam forum tersebut, para pengurus diminta memberikan pertanggungjawaban atas tindakan mereka yang dinilai telah menyeret nama Universitas Bung Karno ke dalam kontroversi publik.

Ketua BEM FH UBK, Abdi Maludin, dalam sebuah sesi klarifikasi menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa. Ia mengakui adanya kesalahan dan menyatakan kesediaannya untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah mahasiswa mempertanyakan langkah konkret yang akan dilakukan untuk memulihkan citra kampus.

Dalam forum yang sama, beberapa pengurus mengaku menerima uang dengan nominal yang bervariasi. Besaran yang disebut berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta untuk masing-masing peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut. Abdi menjelaskan bahwa dirinya menghadiri audiensi bersama sekitar 15 mahasiswa lainnya.

Meski demikian, berbagai informasi yang beredar hingga kini masih menimbulkan tanda tanya. Sejumlah pihak menilai pengakuan yang disampaikan belum dapat dijadikan kesimpulan akhir karena muncul dalam situasi yang dianggap penuh tekanan. Selain itu, terdapat berbagai versi mengenai jumlah dana yang diterima sehingga memunculkan spekulasi yang berbeda-beda di tengah masyarakat.

Di media sosial X, isu ini berkembang semakin luas. Salah satu akun yang ramai diperbincangkan mengunggah klaim bahwa dana yang diterima mahasiswa mencapai ratusan juta rupiah. Unggahan tersebut langsung memancing berbagai reaksi dari warganet, meskipun belum disertai bukti yang dapat memverifikasi kebenarannya.

Tak hanya itu, muncul pula tudingan lain yang menyebut adanya keterlibatan pihak tertentu dalam pemberian dana kepada mahasiswa yang mengikuti pertemuan tersebut. Namun hingga saat ini, berbagai klaim tersebut masih berupa informasi yang beredar di media sosial dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memang menerima audiensi 15 mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada pertengahan Juni lalu. Para peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Bung Karno, Universitas Terbuka, dan Universitas MH Thamrin.

Pertemuan berlangsung di lingkungan Istana Wakil Presiden setelah mahasiswa memperoleh undangan untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa berharap berbagai tuntutan yang mereka bawa dapat diteruskan kepada pemerintah dan menjadi perhatian dalam proses pengambilan kebijakan.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code