Ad Code

7 Negara Raksasa Lahan Pertanian Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

Lahan pertanian sawah [Foto: Antara]

KETIKA
kita membicarakan ketahanan pangan global, satu hal yang tidak bisa diabaikan adalah luas lahan pertanian. Secara global, total lahan pertanian mencapai lebih dari 18 juta mil persegi, tersebar di berbagai negara dengan karakter geografis yang berbeda-beda. Namun, hanya segelintir negara yang benar-benar mendominasi.

Mari kita lihat 7 negara dengan lahan pertanian paling luas di dunia, dan bagaimana posisi Indonesia dibandingkan mereka.

1. China 

Cina menempati posisi teratas dengan luas sekitar 2.009.326 mil persegi (sekitar 5,2 juta km²). Negara ini menjadi tulang punggung produksi pangan dunia, sekaligus rumah bagi jutaan petani .

2. Amerika Serikat 

Amerika Serikat memiliki sekitar 1.627.576 mil persegi (4,2 juta km²) lahan pertanian. Kita bisa melihat bagaimana negara ini mengandalkan pertanian modern, terutama untuk komoditas seperti jagung dan gandum.

3. Australia

Australia dengan luas 1.402.492 mil persegi (3,6 juta km²). Meski banyak wilayahnya kering, negara ini tetap mampu menjadi pemain utama di pasar global.

4. Brasil 

Brasil memiliki sekitar 914.131 mil persegi (2,36 juta km²). Kita mengenalnya sebagai raksasa produksi kedelai dan tebu dunia.

5. Rusia 

Rusia dengan luas 832.826 mil persegi (2,15 juta km²). Menariknya, sebagian wilayahnya sebenarnya belum optimal karena faktor iklim dingin.

6. Kazakhstan

Kazakhstan dengan 827.284 mil persegi (2,14 juta km²), yang banyak dimanfaatkan untuk peternakan dan pertanian skala luas.

7. India 

India memiliki 689.466 mil persegi (1,78 juta km²), menopang kebutuhan pangan bagi populasi yang sangat besar.

Lalu, bagaimana dengan posisi Indonesia? Indonesia berada di peringkat ke-16 dengan luas sekitar 212.828 mil persegi (551.222 km²). Angka ini memang cukup besar, tetapi belum mampu menempatkan kita di jajaran teratas dunia.

Ada beberapa alasan mengapa kita masih tertinggal. Pertama, kondisi geografis kita berupa kepulauan membuat lahan pertanian tidak seluas negara kontinental. Kedua, alih fungsi lahan menjadi permukiman dan industri terus meningkat. Ketiga, sebagian besar lahan digunakan untuk perkebunan ekspor, bukan pangan pokok.

Padahal, sebagai negara dengan populasi besar, kita seharusnya mampu memaksimalkan potensi ini. Jika kita bisa meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan lahan, bukan tidak mungkin kita masuk ke jajaran 7 besar dunia di masa depan. Artinya, tantangan kita bukan hanya soal luas lahan, tetapi bagaimana kita mengelolanya secara cerdas dan berkelanjutan.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code