Jumat, 20 Februari 2004

Secangkir Susu Coklat dan Sepotong Berita


SECANGKIR susu coklat hangat benar-benar membuat saya bergairah di pagi ini. Ya, susu coklat! Minuman yang terasa mewah bagi anak kost semacam saya, yang biasanya cukup minum air putih sebagai pengiring nasi bungkus, menu reguler sehari-hari. Empat sehat lima sempurna, mungkin sebuah jargon yang sulit saya raih, terlalu melambung ke awang-awang.
 
Sementara itu rengeng-rengeng senandung Cinta Rasul oleh Hadad Alwi di radio membawa kembali pada masa lima tahun yang lalu. Lima tahun yang lalu saya seringkali mendengarnya ketika saya terpaksa” aktif di masjid kampus. Kawan-kawan saya yang lebih ”soleh”, seringkali memutar Cinta Rasul-nya Hadad Alwi di ruang sekretariat di samping masjid yang menjadi kamar kedua saya selain pondok kampus. Otomatis saya juga dengan ”terpaksa” mendengarkannya, dan saya akui memang cukup bisa menghibur sekaligus menenteramkan jiwa dan pikiran.

Tidak seperti pagi ini, meskipun saya ”ditemani” secangkir susu coklat dan senandung Cinta Rasul-nya Hadad Alwi, tetap saja jiwa dan pikiran saya tak bisa tenteram. Saya benar-benar tak habis pikir, masih muak dengan berita-berita di koran online pagi ini.

Salah satu beritanya, seorang pejabat negara dan juga ”pentholan” partai yang sudah dijatuhi vonis di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi diterima kasasinya oleh Mahkamah Agung. Keputusan PN dan PT dimentahkan begitu saja. Jangan-jangan karena yang bermasalah ini pentholan partai yang mayoritas memenangkan pemilu yang bikin pilu beberapa tahun lalu itu sehingga....?!?!?

Dengan alasan yang menurut saya hanya akal-akalan saja. Hanya menjalankan perintah! Itu alasannya. Setahu saya, Bedu Amang dulu juga menjalankan perintah, tapi masuk bui juga. Atau Gus Dur yang katanya bersalah tapi di pengadilan jelas tak terbukti, tapi turun juga dari tahta kepresidenan. Dalam pandangan awam saya hal-hal seperti ini lebih lucu dari ketoprak humor ataupun Ludruk nJombangan ala Asmuni Srimulat yang orang Jombang itu.

Ah, dunia memang penuh sandiwara dan lelucon-lelucon yang tak lucu!


Bogor, Radar 10 House, Sabtu, 14 Februari 2004 (05.30 wib)

2 komentar:

Thanks for your visiting and comments!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...