Saya berdiri di sekitar pantai dan memandang aktivitas para nelayan. Beberapa perahu tampak berjajar, sebagian masih berada di atas permukaan air, sementara yang lain sudah berada di tepian. Perahu-perahu itu terlihat seperti bayangan hitam ketika berhadapan langsung dengan cahaya matahari. Di kejauhan, laut membentang luas, seolah tidak memiliki batas.
Lasiana sore itu bukan hanya tentang pemandangan. Pantai ini juga memperlihatkan kehidupan masyarakat pesisir Kupang. Perahu menjadi bagian penting dari keseharian mereka. Ada yang mempersiapkan perahu, ada yang melakukan aktivitas di sekitar pantai, dan ada pula yang sekadar menunggu datangnya waktu untuk kembali melaut. Di tengah suasana tersebut, matahari sore membuat semuanya tampak seperti sebuah lukisan.
Angin laut berembus perlahan. Suara air terdengar memecah keheningan, bercampur dengan suara aktivitas orang-orang di sekitar perahu. Tidak banyak yang mengganggu pandangan. Pantai terasa lapang dan sederhana. Saya bisa menikmati pemandangan tanpa harus berdesakan dengan banyak wisatawan. Saya memang tak masuk melalui jalur wisatawan. Saya masuk di kawasan "terminal" para nelayan yang masih satu kawasan di Pantai Lasiana.
Ketika matahari semakin rendah, warna langit menjadi semakin menarik. Cahaya kuning berubah menjadi jingga, lalu perlahan menyebar di permukaan laut. Bayangan perahu semakin panjang. Seorang lelaki berdiri di atas salah satu perahu, tampak kecil di tengah bentang pantai dan langit yang luas. Momen itu terasa begitu sederhana, tetapi justru kesederhanaan itulah yang membuat suasana sore di Lasiana sulit dilupakan.
Saya kemudian mengarahkan kamera saku pada perahu yang berada tepat di depan matahari. Siluetnya terlihat jelas. Tiang kapal berdiri tegak, sementara bagian badan perahu hampir seluruhnya menjadi bayangan. Cahaya matahari muncul dari sela-selanya. Saya menekan tombol kamera dan menyimpan pemandangan itu sebagai sebuah kenangan perjalanan di Kupang.
Setelah matahari hampir menyentuh garis laut, suasana pantai mulai berubah. Cahaya semakin redup dan warna langit perlahan menggelap. Aktivitas di sekitar perahu masih berlangsung, tetapi kesibukan sore mulai berakhir. Saya masih berdiri beberapa saat, menikmati pemandangan sebelum meninggalkan pantai.
Senja di Pantai Lasiana memberi saya pengalaman sederhana tentang perjalanan. Tidak selalu diperlukan tempat yang ramai, fasilitas yang lengkap, atau agenda wisata yang padat. Kadang-kadang, perjalanan cukup dengan duduk atau jalan-jalan di tepi pantai, melihat nelayan bekerja, menikmati angin laut, dan menunggu matahari tenggelam. Laut, perahu, nelayan, dan cahaya matahari berpadu dalam satu pemandangan. Saya membawa pulang bukan hanya sebuah foto, tetapi juga suasana senja di Pantai Lasiana yang barangkali nanti akan menjadi bingkai kenangan.


0 Komentar
Thanks for your visiting and comments!