Ad Code

Segelas Kolang Kaling Ramadan untuk Perekonomian

Kolang Kaling (Sumber: Shutterstock)

KOLANG
-kaling adalah nama makanan kenyal yang berbentuk lonjong dan berwarna putih transparan dan mempunyai rasa yang menyegarkan. Kolang-kaling diperoleh dari biji atau buah pohon aren (Arenga pinnata) yang berbentuk pipih dan bergetah. Untuk membuat kolang-kaling, biasanya dengan cara membakar buah aren sampai hangus, kemudian diambil bijinya untuk direbus selama beberapa jam. Biji yang sudah direbus tersebut kemudian direndam dengan larutan air kapur selama beberapa hari sehingga lebih kenyal dan terfermentasikan.

Untuk mendapatkan buah kolang-kaling butuh waktu yang panjang dan sangat tidak mudah. Setelah buah tua kemudian dipanen dan proses berikutnya adalah buah aren  direbus dengan air mendidih selama satu jam. Selanjutnya buah dibelah menggunakan parang atau pisau. Di dalam belahan buah muncul kolang-kaling berwarna putih dan berbentuk lonjong.

Di Indonesia, kolang-kaling seringkali dijadikan hidangan khas saat bulan Ramadan. Itu makanya permintaannya meningkat signifikan dibadingkan dengan bulan di luar Ramadan. Makanan ini menjadi salah satu hidangan takjil yang sangat populer karena rasanya yang manis dan segar, cocok untuk mengakhiri puasa. Biasanya digunakan sebagai campuran pada minuman tertentu seperti es campur, es teller ataupun kolak. 

Es Campur maupun es teller adalah jenis kuliner minuman yang sangat populer di Indonesia. Dengan tekstur warna-warni dan menyegarkan ini menggoda siapapun yang akan menikmatinya. Kuliner ini terdiri dari campuran buah, es serut, cream kental manis, dan berbagai topping seperti buah-buahan, cincau, kelapa, dan kacang-kacangan.

Sementara kolak merupakan hidangan tradisional Indonesia yang terbuat dari kombinasi ubi, labu, pisang, dan kolang-kaling yang dimasak dengan santan dan gula merah atau gula aren. Biasanya disajikan hangat atau pada suhu ruangan dan sering dinikmati saat Ramadan.

Secara histori, kolang-kaling memiliki sejarah panjang dalam hidangan Indonesia dan digunakan dalam banyak masakan tradisional dan makanan penutup. Kolang-kaling berperan penting dalam berbagai kuliner tradional utamanya untuk membentuk tekstur, menguatkan rasa rasa, dan nilai gizi pada banyak masakan Indonesia.

Selain itu secara nutrisi kolang-kaling memang kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Kandungan kalori dan lemak cukup rendah sehinggan menjadikan kolang-kaling cocok untuk untuk diet seimbang. Kolang-kaling juga merupakan sumber antioksidan yang baik yang dapat membantu melindungi tubuh terhadap berbagai penyakit. Belum lagi kandungan antiradang alami dan juga kalsium yang menjadikannya sebagai obat anti nyeri alami sekaligus dapat membantu mencegah osteoporosis.

Selanjutnya secara ekonomi, tak dapat dipungkiri bahwa industri kolang-kaling mempunyai kontribusi ekonomi yang tinggi. Dari hulu, industri tanaman arena sebagai penghasil kolang-kaling jelas menyediakan sumber pendapatan dan lapangan kerja yang signifikan bagi banyak orang, terutama di daerah pertanian atau pedesaan dimana peluang ekonominya sangat terbatas. Produksi dan penjualan kolang-kaling dapat memberikan penghidupan bagi banyak petani dan pekerja pertanian maupun pemroses kolang-kaling.

Indonesia sendiri merupakan salah satu produsen terbesar tanaman aren sebagai penghasil gula merah sekaligus kolang-kaling. Produksi kolang-kaling mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun. Namun, sebagian besar produksi kolang kaling masih digunakan untuk konsumsi lokal dan belum dimanfaatkan secara optimal untuk ekspor. Padahal dengan ekspor tentu dapat menghasilkan devisa yang berharga dan berkontribusi terhadap perekonomian negara secara keseluruhan.

Sampai pada 2020, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor kolang kaling Indonesia mencapai USD 32,3 juta. Negara-negara tujuan ekspor kolang kaling Indonesia antara lain Amerika Serikat, Hongkong, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab sampai Belanda. 

Di Indonesia sendiri daerah penghasil kolang kaling tersebar di banyak daerah seperti di Pulau Sumatera, Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi khususnya Sulawesi Utara.

Secara keseluruhan, pemanenan buah aren dan memprosesnya sampai menjadi kolang-kaling sangat penting artinya, baik untuk alasan ekonomi maupun budaya di Indonesia. Industri kolang-kaling setidaknya dari hulu sampai hilir telah menyediakan banyak lapangan kerja, mendukung perkembangan kuliner ataupun kudapan nasional, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan. Dan pada saat Ramadan seperti sekarang ini, segelas kolang kaling yang kita nikmati dampaknya sangat luas dalam menggerakan dan menumbuhkan perekonomian, meskipun sifatnya musiman.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code