Selasa, 29 Juni 2004

Memoar Asmara di Asrama

SEBUAH kenangan kembali melintas di memori ini, memaksa jemariku menari-nari di atas keyboard komputer butut ini.

Jombang tiga tahun yang lalu, langit sore baru saja menelan bulat-bulat matahari. Kala itu, dengan setengah hati, juga langkah yang setengah-setengah, aku meninggalkan asramaku menuju masjid induk untuk mengikuti kegiatan rutin pondok, kajian tafsir kitab-kitab klasik —kitab kuning kebanyakan teman-temanku menyebutnya. Aku tak tahu persis kenapa disebut demikian, sudah turun-temurun menyebutnya begitu—. Mungkin warna kitab-kitabnya pada kekuning-kuningan karena sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun. Bisa jadi, akupun sering menyebutnya begitu. Kitab-kitab seperti ini yang katanya paling banyak digunakan di pesantren-pesantren di Indonesia khususnya di Jawa.

Jumat, 20 Februari 2004

Secangkir Susu Coklat dan Sepotong Berita


SECANGKIR susu coklat hangat benar-benar membuat saya bergairah di pagi ini. Ya, susu coklat! Minuman yang terasa mewah bagi anak kost semacam saya, yang biasanya cukup minum air putih sebagai pengiring nasi bungkus, menu reguler sehari-hari. Empat sehat lima sempurna, mungkin sebuah jargon yang sulit saya raih, terlalu melambung ke awang-awang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...