Ad Code

Menyingkap Kembali Misteri Supersemar


SETIAP bulan Maret tentu kita selalu diingatkan dengan salah satu kejadian besar dan kontroversial, yaitu tentang Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar yang keberadaannya atau keaslinnya sampai saat ini masih menjadi misteri. Tak jelas, siapa yang membawa atau menyimpannya. Namun, di masyarakat telah beredar berbagai versi terkait Supersemar yang membawa Soeharto ke tampuk kekuasaan pemerintahan sampai 32 tahun. 

Dan buku "Supersemar Palsu: Kesaksian Tiga Jenderal" karya A. Pambudi ini adalah sebuah karya yang mengungkap sisi gelap dari sejarah Indonesia yang kontroversial. Dengan menggali kesaksian dari tiga jenderal, buku ini membongkar sejumlah fakta yang sebelumnya tersembunyi dan mengguncang fondasi sejarah resmi yang telah dibangun oleh pemerintah. Pambudi membawa pembaca melintasi lorong-lorong kekuasaan dan intrik politik yang mendalam, memperlihatkan bahwa kisah di balik Supersemar tidak semulus yang digambarkan dalam buku pelajaran sekolah. 

Salah satu aspek yang menonjol dari buku ini adalah kedalaman riset yang dilakukan oleh penulis. Melalui wawancara langsung dengan tiga jenderal kunci yang terlibat, Pambudi berhasil menyajikan narasi yang terperinci dan mendalam tentang peristiwa-peristiwa yang mengarah pada penandatanganan Supersemar. Hal ini memberikan pembaca pemahaman yang lebih baik tentang konteks sejarah dan kompleksitas politik pada saat itu. 

Selain itu, buku ini juga menggambarkan ketegangan politik yang terjadi di balik layar. Pambudi dengan cermat menggambarkan dinamika antara Soekarno, Soeharto, dan perwira militer lainnya, serta peran mereka dalam peristiwa-peristiwa yang mengarah pada penggulingan Soekarno. Pembaca disajikan dengan gambaran yang jujur ​​tentang ambisi, kekuasaan, dan intrik politik yang mewarnai masa tersebut.

Namun, meskipun buku ini memberikan wawasan yang berharga, beberapa kritikus mungkin menyoroti ketidakseimbangan sudut pandang yang ditampilkan. Sebagai contoh, fokus yang terlalu besar pada sudut pandang tiga jenderal tertentu dapat menyebabkan pembaca kehilangan perspektif yang lebih luas tentang peristiwa tersebut. Selain itu, ada potensi untuk bias dalam narasi, terutama karena kesaksian yang digunakan sebagai basis utama untuk buku ini berasal dari pihak yang terlibat langsung dalam peristiwa tersebut.

Dari segi gaya penulisan, buku ini mempertahankan kejelasan dan ketepatan dalam penyampaian informasi. Pambudi mampu menjelaskan konsep-konsep yang kompleks dengan bahasa yang mudah dipahami, membuat buku ini dapat dinikmati oleh pembaca dari berbagai latar belakang. Namun, terkadang gaya penulisannya terasa agak kaku, dan beberapa bagian mungkin terasa terlalu teknis bagi pembaca yang kurang akrab dengan sejarah politik Indonesia.

Secara keseluruhan, "Supersemar Palsu: Kesaksian Tiga Jenderal" adalah sebuah kontribusi yang berharga dalam pemahaman sejarah kontemporer Indonesia. Dengan menggali kesaksian langsung dari para pelaku utama, buku ini menghadirkan sudut pandang yang baru dan menyajikan gambaran yang lebih kompleks tentang peristiwa yang memiliki dampak besar terhadap politik Indonesia. Meskipun tidak tanpa kekurangan, karya ini tetap menjadi bacaan yang penting bagi siapa pun yang tertarik untuk memahami dinamika politik di balik layar dalam sejarah negara ini.

Judul: Supersemar Palsu: Kesaksian Tiga Jenderal 
Penulis: A. Pambudi 
Tahun Terbit: 2006 
Tempat Terbit: Yogyakarta 
Penerbit: Media Pressindo

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code