Ad Code

Berburu Super Tembaga, Sensasi Durian Sultan dari Bangka

Durian Super Tembaga [Foto: Trubus]

BERBICARA tentang Bangka Belitung tak lagi sekadar tentang pantai granit dan laut biru. Kini, ada satu ikon baru yang tak kalah seru, yaitu berburu durian Super Tembaga. Di kalangan pencinta durian, namanya melesat cepat sebagai simbol kemewahan rasa. Bahkan, banyak yang berani menyandingkannya dengan Musang King asal Malaysia. Harganya pun bikin alis terangkat, bisa tembus Rp 1,5 juta per kilogram. Namun, seperti banyak kisah kuliner legendaris, harga terasa masuk akal ketika lidah mulai berbicara.

Begitu buahnya dibelah, kita langsung paham mengapa durian ini disebut Super Tembaga. Dagingnya berwarna kuning-oranye pekat, menyerupai kilau logam tembaga yang hangat. Teksturnya tebal dan lembut, mengisi setiap ruang kulit durian yang tak terlalu besar. Bobotnya rata-rata hanya 2 hingga 3,5 kilogram, namun isinya padat dan terbagi rapi. Penampilannya saja sudah cukup membuat kita berhenti mengambil foto, sebelum akhirnya menyerah pada godaan mencicipi.

Saat suapan pertama menyentuh lidah, rasa manis legit langsung mendominasi. Namun, tak lama kemudian muncul pahit tipis yang seimbang, disusul nuansa alkoholik yang memberi kesan dewasa dan berkelas. Sensasinya creamy, hampir tanpa serat, membuat kita lupa waktu. Aromanya kuat, tapi tidak menusuk. Justru mengundang, seolah memanggil kita untuk mengambil suapan berikutnya tanpa ragu.

Menariknya, keistimewaan Super Tembaga tak hanya berhenti di rasa. Dari obrolan dengan petani lokal, kita tahu durian ini termasuk cepat berbuah. Dengan bibit hasil okulasi atau cangkok, pohonnya bisa mulai menghasilkan buah di usia tiga hingga empat tahun. Panennya pun terbilang singkat, sekitar 120 hari setelah bunga mekar. Ciri buah siap petik mudah dikenali, dari tangkai yang lunak hingga aroma harum yang keluar alami.

Tak heran jika di tingkat petani, durian ini sudah dihargai ratusan ribu rupiah per kilogram. Ketika sampai ke pasar ritel, nilainya melambung dan menjadikannya durian kelas sultan. Namun bagi kita yang gemar traveling rasa, Super Tembaga bukan sekadar buah mahal, tetapi cerita tentang Bangka, tentang tanah yang subur, dan tentang durian lokal yang berani berdiri sejajar dengan varietas internasional. Mencicipinya bukan hanya soal makan durian, tetapi tentang merayakan perjalanan dan kebanggaan rasa Nusantara.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code