Ad Code

Bikin Siswa Berani Bicara! Cara Unik Mahasiswa KKM UNDAR Ini Tekan Kasus Bullying di Sekolah Dasar


MOJOAGUNG. PENCANGKUL.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Darul 'Ulum Jombang Kelompok A Divisi Pendidikan melaksanakan program sosialisasi anti-bullying berbasis media "Pohon Ungkapan" dan "Pohon Harapan" di MI Ar Rohmah Betek Utara, Mojoagung, Jombang, pada Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik.

Program sosialisasi ini dilatarbelakangi meningkatnya kekhawatiran terhadap kasus perundungan di lingkungan sekolah. Karena itu, mahasiswa KKM menghadirkan pendekatan edukatif sekaligus partisipatif agar siswa tidak hanya memahami bahaya bullying, tetapi juga berani menyampaikan pengalaman dan perasaan mereka.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, perkenalan tim mahasiswa KKM, serta sesi ice breaking untuk membangun suasana yang interaktif dan kondusif. Setelah itu, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuknya, serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap kondisi psikologis dan sosial anak.

Metode pelaksanaan disesuaikan dengan jenjang kelas. Siswa kelas 1–3 mengikuti sesi berbagi bersama mahasiswa dalam bentuk sharing session. Pada sesi ini, siswa diberi ruang aman untuk bercerita dan mengungkapkan perasaan mereka secara langsung. Sementara itu, siswa kelas 4–6 mengikuti kegiatan menulis ungkapan dan harapan terkait perilaku bullying pada kertas berbentuk daun. Tulisan tersebut kemudian ditempelkan pada media visual berbentuk pohon yang dinamakan Pohon Ungkapan dan Pohon Harapan.

Penanggung jawab kegiatan, Haichal Nanda Pratama, menjelaskan bahwa pendekatan kreatif melalui media tersebut terbukti membantu meningkatkan keterbukaan siswa.

“Kegiatan ini kami rancang karena kasus bullying sering kali tidak terungkap. Kami ingin menghadirkan ruang yang aman agar siswa berani menyampaikan apa yang mereka rasakan,” ujarnya.

Ia menuturkan, pada awal kegiatan beberapa siswa tampak malu dan ragu untuk menuliskan pengalaman mereka. Namun setelah suasana mencair, siswa mulai lebih terbuka. Media pohon ungkapan dinilai efektif membantu anak mengekspresikan emosi yang sulit diutarakan secara lisan.

“Ada siswa yang menulis rasa sedih, takut, sampai harapan punya teman yang lebih baik. Itu menunjukkan bahwa media sederhana bisa membuka ruang komunikasi yang selama ini tertutup,” jelasnya.

Sejumlah ungkapan siswa yang dianggap paling menyentuh di sepertiny keinginannya punya teman yang tidak mengejek saya lagi, atau ingin sekolah yang damai tanpa ada yang memukul. 

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa sebagian siswa pernah mengalami atau menyaksikan langsung tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Menurut Haichal, tujuan utama program ini adalah menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa bullying bukan perilaku sepele. Dampaknya bisa memengaruhi kondisi mental, rasa percaya diri, hingga hubungan sosial anak.

“Setiap siswa berhak merasa aman dan diterima. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan sikap saling menghargai, empati, dan keberanian untuk saling menjaga,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian reward sebagai bentuk penguatan positif bagi peserta yang aktif terlibat. Melalui program ini, mahasiswa KKM berharap kontribusi kecil mereka dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang lebih inklusif, berkarakter, dan bebas dari perundungan.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code