![]() |
| Demonstrasi yang disertai kerusuhan di Tanzania [Foto: reuters] |
Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena Nchimbi sebelumnya merupakan pasangan Samia dalam pemilihan presiden Tanzania 2025. Keduanya kemudian dilantik pada November 2025 setelah pasangan dari partai berkuasa, Chama Cha Mapinduzi (CCM), memenangkan pemilu.
Dalam pernyataannya, Nchimbi mengatakan dirinya telah sampai pada keyakinan bahwa Presiden Samia menghendaki perubahan pada posisi wakil presiden. Karena itu, ia memilih memenuhi apa yang disebutnya sebagai komitmen politik yang telah dibuat sebelumnya.
Meski demikian, pemerintah tidak secara resmi menyebut adanya pertengkaran atau konflik pribadi sebagai alasan pengunduran diri. Juru bicara pemerintah hanya mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri telah diterima dan disetujui oleh presiden. Karena itu, berbagai laporan mengenai ketegangan antara keduanya perlu dipisahkan dari alasan resmi yang disampaikan pemerintah.
Perselisihan politik tersebut muncul di tengah situasi Tanzania yang sedang menghadapi tekanan setelah pemilu 2025. Pemilu tersebut berlangsung kontroversial setelah sejumlah kandidat oposisi tidak dapat mengikuti kontestasi. Kerusuhan pascapemilu juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Reuters melaporkan bahwa sebuah penyelidikan pemerintah menyebut sedikitnya 518 orang meninggal dalam kerusuhan yang berkaitan dengan pemilu tersebut. Nchimbi sendiri sebelumnya mendapat perhatian setelah menyerukan perlunya konstitusi baru yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan ekonomi, tetapi juga menjunjung martabat dan nilai kemanusiaan.
Perkembangan berikutnya membuat persoalan semakin kompleks. Setelah pengunduran dirinya, Nchimbi juga dikeluarkan dari CCM. Partai tersebut kemudian mencalonkan Menteri Energi Deogratius Ndejembi sebagai calon wakil presiden baru untuk mendampingi Samia.


0 Komentar
Thanks for your visiting and comments!