![]() |
| Sate Kambing [Foto: shutterstock] |
Taste Atlas, platform rujukan kuliner global, baru-baru ini merilis pemeringkatan hidangan terbaik dunia. Dalam daftar bergengsi tersebut, sate kambing menempati posisi keempat, bersanding dengan berbagai makanan ikonik dari Eropa hingga Amerika Latin. Pencapaian ini menegaskan bahwa cita rasa Nusantara tetap memiliki daya tarik kuat di mata penikmat kuliner internasional.
Peringkat pertama ditempati vori-vori dari Paraguay, sebuah sup sederhana berisi bola-bola adonan tepung yang dimasak dalam kaldu. Meski tampak bersahaja, hidangan rumahan ini dikenal mengenyangkan dan kaya rasa. Di posisi kedua ada pizza napoletana dari Italia, pizza klasik Napoli dengan adonan tipis, saus tomat segar, dan mozzarella, dipanggang dalam suhu tinggi hingga menghasilkan pinggiran renyah dan bagian tengah yang lembut. Urutan ketiga diisi tajarin al tartufo bianco d’Alba, pasta khas Italia yang mewah dengan aroma truffle putih yang khas dan intens.
Di tengah dominasi hidangan Barat tersebut, sate kambing hadir sebagai wakil Asia Tenggara. Taste Atlas mendeskripsikan sate kambing sebagai makanan tradisional Indonesia berbahan daging kambing atau domba yang dipotong kecil, lalu direndam dalam aneka bumbu. Kecap manis, lengkuas, bawang merah, jus nanas, dan kadang cabai digunakan untuk memperkaya rasa sekaligus membantu mengempukkan daging.
Potongan daging tersebut kemudian ditusuk menggunakan tusuk sate berukuran besar, umumnya dari bambu. Ukuran tusuk ini bukan tanpa alasan, melainkan menyesuaikan tekstur daging kambing yang lebih padat. Setelah itu, sate dipanggang hingga matang, menghasilkan aroma asap yang menggugah selera dan rasa gurih-manis yang khas.
Dalam penyajiannya, sate kambing biasanya dinikmati dengan saus kecap manis yang diberi irisan bawang merah dan cabai rawit, saus kacang, atau sambal pedas. Banyak dari kita juga terbiasa menyantapnya bersama nasi putih atau lontong. Popularitas sate kambing sangat kuat di Pulau Jawa dan sering hadir dalam berbagai perayaan, mulai dari acara keluarga hingga hajatan besar.
Masuknya sate kambing ke peringkat empat besar dunia menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner Indonesia bukan sekadar nostalgia lokal. Ia adalah warisan rasa yang mampu berdiri sejajar dengan hidangan dunia. Pengakuan ini seharusnya mendorong kita untuk semakin menghargai, melestarikan, dan memperkenalkan kuliner Nusantara ke panggung global, dengan rasa percaya diri yang lebih besar.


0 Komentar
Thanks for your visiting and comments!