Ad Code

6 Tips Jitu Biar Artikel Kita Benar-Benar Dibaca


BANYAK dari kita merasa terbebani saat harus menulis artikel. Rasanya capek, makan waktu, dan sering muncul pikiran bahwa nanti juga tidak ada yang membaca. Di sisi lain, kita sebagai pembaca juga kerap malas membuka artikel karena isinya kaku, panjang, dan membosankan. Padahal, tujuan utama sebuah artikel itu jelas, yaitu dibaca, dipahami, dan memberi manfaat. Kalau tidak ada yang membaca, berarti waktu dan tenaga kita terbuang percuma.

Namun, menulis artikel yang menarik itu tidak harus ribet. Kita tidak perlu menjadi penulis profesional atau ahli bahasa. Ada beberapa trik sederhana yang bisa membuat tulisan kita lebih ramah pembaca. Bahkan, kalau sudah terbiasa, menulis bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan berpotensi menghasilkan. 

Hal paling dasar yang perlu kita ingat adalah menulis topik yang memang kita kuasai. Kalau kita punya blog atau website, besar kemungkinan kita sudah memahami tema yang kita angkat. Tantangannya tinggal satu, yaitu bagaimana menyajikannya agar tidak membosankan.

Nah, supaya artikel kita tidak sekadar tayang tetapi juga dibaca sampai habis, berikut enam tips jitu yang bisa langsung kita terapkan.

1. Gunakan Paragraf Pendek

Paragraf yang terlalu panjang membuat mata cepat lelah. Bahkan sebelum membaca isinya, pembaca sudah keburu menyerah hanya dengan melihat tampilannya. Paragraf pendek jauh lebih nyaman, apalagi untuk pembaca ponsel. Satu paragraf bisa hanya satu atau dua kalimat. Tidak masalah. Justru tulisan terasa lebih ringan dan mengalir.

2. Manfaatkan Angka dan Bullet Point

Daftar bernomor atau bullet point membantu kita menyampaikan inti tulisan dengan lebih cepat. Poin-poin penting jadi lebih mudah diingat dan tidak tenggelam di tengah teks. Artikel yang seluruhnya berisi paragraf panjang sering terlihat seperti tembok tulisan. Dengan bullet dan penomoran, artikel kita jadi lebih rapi dan enak dipindai.

3. Gunakan Subjudul sebagai Penanda

Subjudul berfungsi seperti rambu jalan. Pembaca tahu sedang berada di bagian mana dan ke mana arah pembahasan selanjutnya. Dengan subjudul, pembaca juga bisa langsung melompat ke bagian yang mereka butuhkan tanpa harus membaca semuanya. Ini penting di era serba cepat, ketika perhatian sangat terbatas.

4. Buat Judul yang Menggugah Rasa Penasaran

Judul adalah pintu masuk utama. Kalau judulnya datar, orang tidak akan tertarik untuk membaca. Gunakan judul yang singkat, jelas, dan memancing rasa ingin tahu atau emosi pembaca. Misalnya: "6 Cara Bikin Artikel Kita Disukai Pembaca", "Kenapa Tulisan Bagus Sering Sepi Pembaca", "Rahasia Penulis Online agar Artikelnya Dibaca Sampai Habis", "Judul seperti ini terasa lebih dekat dan mudah diingat oleh pembaca".

5. Jaga Ketertarikan dari Awal sampai Akhir

Paragraf pembuka harus langsung menarik perhatian. Kita bisa memulainya dengan masalah sehari-hari, pengalaman pribadi, atau pertanyaan yang sering dialami pembaca. Gunakan bahasa yang mengalir, contoh yang mudah dipahami, dan analogi yang dekat dengan kehidupan. Anggap saja kita sedang berbincang santai, bukan sedang memberikan kuliah.

6. Gunakan Fakta dan Data Secukupnya

Fakta dan data membuat artikel terasa lebih kuat dan meyakinkan. Namun, jangan berlebihan sampai tulisan terasa kaku dan terlalu akademis. Padukan data dengan gaya bercerita. Dengan begitu, artikel tetap informatif tetapi tetap ringan dan bersahabat.

Demikian 6 tips jitu biar artikel kita benar-benar dibaca. Intinya, artikel yang baik bukan ditentukan oleh panjangnya atau seberapa rumit bahasanya, melainkan seberapa nyaman pembaca menikmatinya.  Jadi, mari terus menulis dan berlatih. Semakin sering kita menulis, semakin tajam insting kita, dan perlahan artikel kita bukan hanya dibaca, tetapi juga dinantikan.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code